« May 2007 | Main | July 2007 »

Destiny?

Weekend kemaren gw bagaikan penyamun di sarang perampok (?!)

haduhh temen2 cewek kos gw pada menghilang, yang satu keluarganya dateng, yang satu lagi pulang ke makasar, nah yang tiga  lainnya tugas pameran ke surabaya (yang mana gw tidak ditugaskan ikut ke sby, padahal pengen, hiks) jadilah gw tinggal bersama pejantan2 MT Dyandra

Nah mereka ini suka ngajak beraktivitas yang rada2 luar biasa alias diluar kebiasaan.Tiba2 jam 11 malem "yuk jalan ke monas yuk" and this is really literary mean "walk" --> jalan kaki beneran deh dari kos ke monas, monas ke kos , untungnya gw suka jalan, dan untungnya memang ga rugi, karena waktu kesana langsung dimulai sesi2 pemotretan yang super duper heboh mulai di lapangan rumput, sampe minjem mobil satpol pp buat foto2an, hehehehe, temanya adalah : minggu dini hari yang narsis

Karena cowok2 semua, majalah yang keluar ya tentu saja macam FHM begitu kan, yang kalo hari2 biasa -disaat banyak cewek lainnya- tidak akan nambak batang hidung cover-nya. Waktu gw iseng2 baca, ada artikel yang cukup menarik nih, menarik karena ada ricky harun disitu (kira2 kalo gw jadi tante girang, pasti milihnya berondong yang model ricky begini, "ricky...sini...sini...tante kasih girang" hweheheheheeheh). Balik lagi ke artikelnya, ada dua cowok yang diperbandingkan ke"tangguh"annya berdasarkan jawaban dari pertanyaan yang disiapkan oleh kru FHM.

Salah satu pertanyaan yang berhasil membuat mata saya terus berada dihalaman itu (selain pengaruh ricky harun tentu saja) secara garis besarnya adalah "kecelakaan terparah apa yang pernah kamu alami?" Ingatan gw langsung kembali ke beberapa tahun yang lalu, perjalanan malang-surabaya, dalam bis (gw lupa nama bisnya) lokasinya purwodadi, siang hari, gw mencoba untuk tidur diperjalanan, tapi tiba2 gw terbangun oleh bunyi klakson dan gerakan bis yang tidak stabil, gw menoleh ke kanan dan melihat terpal merah truck yang tiba2 semakin merapat dengan bus

perasaan gw udah ga enak...waduh nabrak nih...

Beneran, truk ama bus yang gw naiki srempetan, si bis banting ke kiri, nabrak palang jembatan, masuk kesungai yang tingginya sekitar 2 meter, dengan posisi  bagian belakang mobil masih  menggantung di jembatan dan bagian depannya menghantam sungai yang aliran airnya tak seberapa deras.

Gw ga inget banyak hal sih, yg gw inget bisnya tergoncang, dan gw merasa hati gw berkata lindungi kepala dengan tanganmu, gw menggelinding ke bawah, dan waktu gw berhenti menggelinding gw sudah menindih tubuh seseorang di sungai itu.

Yang jelas sih gw bersyukur selamat dari kecelakaan itu, dengan hanya luka2 kecil dan memar biru dibeberapa bagian tubuh. Karena konon kata temen gw yang baca berita ttg kecelakaan itu di koran lokal keesokan harinya, kecelakaan itu merenggut korban jiwa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan...

Entah orang yang mana, padahal kami menaiki bis yang sama, melewati rute yang sama, dalam kecelakaan yang sama. Reaksi gw pas kecelakaan, jelas shock berat, kaget banget, ga nyangka, ga kepikiran deh, sampe gemetaran, dan baru kerasa sakit semua badan keesokan harinya...

Kata orang, kita akan lebih menghargai kehidupan setelah hal2 semacam ini, do I? entah. Setelah kecelakaan itu pastinya berharap jadi orang yang lebih baik, lebih menghargai desah hafas ini, dst

setelah itu waktu bergulir, berputar, trus lama2 lupa...
gedubrak... ;)

susah jadi manusia (untuk menghaluskan dan menghindari berkata: saya), suka lupa, suka dosa, suka sekali alpa =). Seperti kasus ini tentu saja, saya baru ingat lagi betapa saya beruntung setelah baca artikel di Majalah teman2 cowok kos gw,

yang mana pada saat itu saya ditinggal merana sendirian sebagai seorang penyamun di sarang perompak (?!)

yang mana majalah itu keluar dari sarangnya karena tidak ada cewek kos lain selain gw

yang mana kadang mereka lupa kalo saya ternyata cewek (hehehehhe)

barangkali my strange weekend yang ditinggal oleh temen2 cewek kos gw sebenarnya cuma sekedar takdir yang mempertemukan saya dengan ricky harun, ups sorry maksudnya dengan artikel itu, agar saya ingat...agar saya bersyukur...agar saya  berolah raga dan mempunyai body sexi macam nominasi girl next doornya-FHM (oke yang ini ngelantur...)

Isn't destiny amazing? Gw percaya Tuhan seringkali menyapa dengan cara2nya yang luar biasa... berbicara pada hati kita dengan berbagai hal...

Tuhan adakah Kau sedang menyapa ku?