Tergila-gila
Akhir-akhir ini saya sedang suka membaca kalau tidak bisa dibilang tergila-gila pada novel serial karya Syahmedi Dean -seorang jurnalis lifestyle yang malang melintang sebagai redaktur di beberapa majalah wanita terkemuka Indonesia- Perkenalan saya pertama dengan novelnya dimulai dari LSDLF (Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion) secara tidak sengaja, saat mengantar Tante saya memilih2 buku resep masakan dan kue di perpustakaan daerah kota Malang.
Begitu melihat covernya saya langsung terhenti. LSDLF? Gerangan apakah ini? Lalu saya melanjutkan membaca lagi tulisan dibawahnya : Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion, hati saya langsung berkata hmm…bagaimana ceritanya semangkok lontong sayur bersanding dengan fashion? Lontong sayur yang notabene makanan kuah berlemak bisa akur dengan fashion yang begitu mengagungkan keindahan, bentuk tubuh ideal dan semacamnya?
Harus diakui covernya memang punya stopping power yang bagus. Pemilihan judul dalam bentuk singkatan, yang mana jarang sekali digunakan dalam sebuah halaman muka sebuah novel dan tidak lupa penggunaan kata-kata yang menggoda (ohmyGod lontong sayur dan fashion bersatu??) serta konsistensi pada cover novel2 syahmedi dean berikutnya JPVFK = Jakarta Paris via French Kiss --> hmm…tempting! :D lengkap dengan sampul orange yang mau tidak mau membuat mata melirik, serta PGDPC = Pengantin Gipsi dan Penipu Cinta, serial terbaru novelnya berwarna silver dengan paduan merah dan hitam, simply attractive.
Secara jalan cerita, novel ini berkisah tentang persahabatan
empat orang wartawan lifestyle, yakni Alif, Raisa, Didi dan Nisa. Kesemuanya
terbungkus dalam kondisi sosial metropolis, dimana mereka berinteraksi dengan
fashionista, kaum metroseksual, social climber, sembari saling memberikan
kritik dan komentar soal isu-isu hangat terkini. Menikmati fashion show
Yang juga menarik adalah jalinan peristiwa dan konflik diantara keempatnya yang membangun karakter masing-masing tokoh maupun yang secara tidak terduga bertaut satu sama lain. Alif Afrizal seorang fashion editor majalah terkemuka yang terjebak didalam perasaannya sendiri, antara menginginkan kembali pada Saidah mantan istrinya, dan tenggelam dalam hubungan-hubungan affairnya. Didi, yang terlibat hubungan teman tapi mesra karena beranggapan "Hari begene kok sesama laki-laki pacaran, too old fashioned, Lagi pula kalau dipikir-pikir, sesama laki-laki pacaran, life goal-nya apa?” Nisa, yang ketagihan French kiss dengan pria Prancis, atau Raisa yang akhirnya malah jatuh cinta pada seorang sahabatnya, dan tergerak untuk terbang ribuan mil jauhnya untuk bergerak terlebih dulu mengejar lelaki impiannya.
Saya sendiri, mengapa kemudian tergila-gila pada novel ini selain karena menurut saya Syhamedi Dean, memang “abso–fashion-lutely” --> meminjam istilah Didi, (salah satu karakter di novel tsb) bertangan dingin dalam merangkai kata, memainkan emosi serta merunut jalan cerita, saya begitu tertarik dengan karakter Alif. Mengapa? coz sometimes I see you in me Alif, hahahahaah --> gubrakkkk. Seorang Alif yang terbelit dengan perasaannya sendiri, tenang tapi menyimpan kegalauan dan kegelisahan. Hmm… pemikiran dan perasaannya yang tertuang seringkali membuat saya tersenyum dan berkata dalam hati: Damn! Yes, that’s probably exactly what I do that if I were you :D.
Kembali pada ketergila-gilaan (atau saya yang rada gila beneran) pada LSDLF, JPVFK, dan PGDPC, novel-novel ini juga merupakan salah satu bacaan favorit saya ketika dalam kondisi kejiwaan yang tidak menentu (hah??) Terkadang saya dengan sengaja kembali membaca novel itu buat melepaskan dan meluruhkan emosi, membiarkannya apa yang ada dalam diri saya mengalir dalam setiap kata yang saya susuri lembar demi lembar. Mengaduk perasaan yang entah perasaan Alif, Raisa, Nisa dan Didi atau perasaan saya sendiri…







Recent Comments