« Antara Tahu Telor, Sate Sampler dan Mantan Pacar | Main | Meleng, Oleng dan Magnet »

Soal Senja dan Seno Gumira

Barangkali memang ada keterikatan tersendiri antara Seno Gumira dan Senja. Seperti saat ini, ketika saya sedang menikmati novelnya berjudul Negeri Senja.  Ini kali keberapa saya melihat senja hadir dalam karyanya. Senja yang bergelimang cahaya keemasan sekaligus menimbulkan suasana menekan serta rasa was-was akan kehilangan saat nanti matahari tenggelam. Senja yang dalam kisahnya selalu tampak menawan meski terkadang penuh perasaan rawan.

Senja kali ini belum benar-benar saya selesaikan. Toh novel yang berkisah tentang negeri senja ini memang bertutur soal negeri dimana senja selalu menggantung dan matahari enggan terbenam dalam genangan cahayanya yang menyilaukan. Senja akan selalu tertahan di benang cakrawala, tak perlu terburu-buru, tak ada lagi senja yang harus diburu, dan semoga meninggalkan saya sedikit alasan untuk berlama-lama dan tidak segera mengembalikan novel pada si empunya... haha =P

Menikmati senja Seno Gumira, buat saya adalah mengizinkan waktu berjalan perlahan. Agar setiap kata-katanya mengalir tenang, menelusup dalam diam dan memabukkan. Layaknya sebuah ciuman kekasih yang hadir penuh kelembutan lalu semakin dalam dan menggetarkan.

Ada sesuatu dalam kisahnya yang selalu membuat perasaan menjadi tidak aman, timbul tenggelam dan samar. Sesuatu yang membuat saya seketika terpana ketika mengikuti imajinasinya dalam rangkaian kata yang membuat peristiwa tampak begitu sempurna memesona.

Kiranya cukuplah saya larut dalam gaya bahasanya yang begitu mendayu sendu namun menyimpan kekuatan maha dahsyat saat mengalun kisah. Sekarang saya hanya ingin terhayut dalam sepotong senja, senja seorang Seno Gumira, perkenankanlah saya luruh dalam cinta...

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .