Berhenti...
Seorang kawan berkata
“kamu perlu berhenti sejenak”
Lalu waktu itu saya pun berhenti, berhenti membendung segala perasaan yang entah kenapa datang pada saat yang bersamaan. Saat dimana saya sadari saya tak cukup kuat untuk menampung segalanya pada waktu yang sama. Ibarat cawan yang terlampau penuh, maka meluaplah...
Meluap namun tak jua lenyap...
Merapuh dan luluh...
Benar saya perlu berhenti, berhenti agar saya bisa merasa, segala perasaan yang saya anggap sirna dan terlupa. Tapi ternyata ada. Ada disana dan muncul perlahan. Apa yang saya coba sembunyikan, apa yang saya simpan rapat-rapat...
Sepertinya saya menipu diri sendiri
Bermain kucing-kucingan dengan emosi pribadi
Dan kali ini saya tertangkap basah...
Tak lagi bisa menghindar, tak ada jalan keluar
Tapi apa gunanya melawan perasaan sendiri?
Maka saya berhenti.....
Berhenti...
Dan mengumpulkan kepingan hati...
Luka hati yang kubawa berlari
“Hingga hilang pedih perih” *
----
*mengutip "Aku" puisi Chairil Anwar

Comments